Berbagai Pengaruh Game Online Pada Kualitas Belajar Para Siswa

Berbagai Pengaruh Game Online Pada Kualitas Belajar Para Siswa. Di era globalisasi seperti sekarang ini, dunia seakan dalam genggaman. Hanya dengan melalui suatu benda yang kita sebut ponsel, kita dapat mengakses segala informasi baik dalam bentuk video, foto, musik dan data. Hal tersebut sangat memberikan banyak dampak terhadap masyarakat. Tidak hanya dalam bidang ekonomi dan sosial, pengaruh globaliasi juga ikut mempengaruhi bidang pendidikan dalam segala aspek.

Jelas saja hal ini tidak dapat kita hindari, karena teknologi selalu berkembang dan zaman juga semakin maju. Pada bidang pendidikan di Indonesia, internet telah digunakan dimana-mana. Bahkan hampir separuh pembelajaran sekolah di kota-kota besar menggunakan banyak teknologi terbaru. Namun ada juga beberapa sekolah di pedalaman yang belum terakses oleh internet. Dengan adanya hal ini, siswa semakin dimudahkan dalam belajar dan coba dapatkan lebih banyak mengenai game online seru dan terbaik seperti game bandarq online.

Untuk mengakses suatu informasi, hanya dengan mencarinya di laman Google, maka semua informasi yang kita inginkan akan muncul. Lalu bagaimana hubungan antara pengaruh game online dengan kualitas belajar siswa? Jika Anda ingin mengetahui hal tersebut, kami akan memberikan beberapa informasi penting yang telah kami rangkum sedemikian rupa.

Membuat Siswa Menjadi Tidak Fokus

Dengan adanya internet, maka siswa akan dengan mudah mengakses situs-situs online untuk bermain game. Sayangnya banyak dari beberapa siswa yang bermain game online di saat waktu yang tidak tepat. Seperti pada saat jam pelajaran misalnya, banyak sekali kejadian di mana guru merasa tidak dihargai di kelas.

Hal ini terjadi karena saat guru sibuk menjelaskan materi, malah ada beberapa siswa yang asyik bermain game online. Tentu saja hal itu sangat menyedihkan, karena hal tersebut akan mengikis perhatian siswa terhadap guru yang sedang membantu mereka dalam proses pembelajaran. Itulah mengapa pengaruh game online cukup besar untuk kualitas belajar siswa.

Nilai-nilai Turun dan Tugas Terbengkalai

Seperti yang kita tahu, tujuan awal dibentuknya game online adalah untuk sarana hiburan. Namun, tidak sedikit siswa yang menjadikan hal tersebut sebagai hobi, rutinitas dan prioritas. Bahkan mereka rela mengesampingkan tanggung jawab mereka sebagai siswa demi menghabiskan waktu dengan game online kesayangan mereka.

Pengaruh game online ini tentu sangat berdampak pada nilai-nilai akademik siswa dan kualitas belajar siswa di sekolah. Siswa tidak lagi memiliki minat terhadap pelajaran dan merasa sekolah hanya untuk membuang-buang waktu saja. Jika terus dibiarkan, siswa akan semakin kecanduan dan tidak terkendali. Hingga akhirnya waktu yang mereka miliki hanya digunakan untuk memainkan game saja

Terjadinya Penurunan Perasaan Sosial dan Empati

Sangat miris sekali apabila mendengar keluh kesah dari para orang tua yang kini merasakan perubahan terhadap diri anaknya karena kecanduan game online. Dari mulai jarang bersosialisasi dengan keluarga, tidak mau keluar kamar, kehilangan nafsu makan, atau bahkan sama sekali menutup diri dari dunia luar dan hanya fokus di depan ponsel/komputer. Tentunya hal ini sangat menyedihkan. Mereka jadi tidak memiliki waktu yang berkualitas dengan keluarga, cuek terhadap keadaan, dan hanya sibuk berselancar pada game.

Jam Tidur Terbengkalai dan Kesehatan Tidak Terjaga

Selain mempengaruhi mental dan kualitas belajar siswa, ternyata pengaruh game online juga ada pada kondisi fisik. Banyak sekali siswa yang kadang tertidur di kelas dengan alasan mereka tidak tidur semalaman karena bermain game online. Bahkan kesehatan mata juga ikut rusak karena pengaruh cahaya dan radiasi yang dipancarkan oleh ponsel.

Selain mata, otak juga bisa rusak dan semakin mengecil. Lama-kelamaan bila terus dibiarkan tentunya akan berdampak buruk pada tubuh dan mengakibatkan sistem kekebalan tubuh menurun pesat. Mata menjadi lelah, wajah berjerawat, dan tubuh semakin rentan terhadap bibit penyakit yang ada.

Menghabiskan Banyak Uang

Sebagai pelajar, kita masih harus meminta uang saku atau jajan dari orang tua kita untuk memenuhi kebutuan sehari-hari di sekolah. Namun apa jadinya bila kita menggunakan uang saku tersebut hanya untuk bermain game online. Kita sebagai manusia pasti memiliki hasrat penasaran dan ingin selalu menang dalam sebuah game. Tidak jarang juga beberapa orang yang terkena pengaruh game online rela melakukan apapun guna memenuhi hasrat itu.

Terlebih lagi di market shop terdapat beberapa item yang dijual dalam memainkan game. Harganya biasanya sangat beragam, dari mulai kisaran ribuan, ratusan ribu atau bahkan jutaan. Sama halnya dengan siswa, jika mereka memiliki keinginan untuk selalu memenangkan game dan rela mengorbankan uang sakunya hanya untuk sebuah game yang tidak penting, maka bisa dipastikan hal tersebut hanya akan membawa dampak negatif untuk para siswa.

Kehilangan Minat Mengembangkan Diri

Sebagai siswa, terlebih bagi kita yang masih ada di fase remaja, sangat penting untuk selalu belajar dan tahu akan banyak hal. Kita sangat dianjurkan untuk mengembangkan bakat dan minat kita masing-masing. Sayangnya, bagi siswa yang mengalami kecanduan dan terkena pengaruh game online, mereka kebanyakkan mengalami hilang minat akan hal ini.

Mereka hanya ingin menghabiskan aktivitas mereka dengan bermain game dan tidak lagi mengalami keinginan untuk mengembangkan potensi diri. Hal ini sangat amat disayangkan, karena dapat menurunkan kualitas belajar siswa pada masa remaja merupakan masa-masa emas yang seharusnya diisi dengan kegiatan yang lebih bermanfaat. Seperti contohnya, olahraga, les musik dan akademik, menari dan lain-lain.

Merubah Karakter Siswa

Hal terakhir dari pengaruh game online adalah karakter. Ada beberapa orang tua yang merasa bahwa anaknya mengalami perbedaan karakter pada saat sebelum bermain game dan sesudah bermain game. Kebanyakan dari mereka mengeluh bahwa anaknya menjadi sering berkata kasar dan tidak sopan, pemarah, malas, dan tidak mengontrol diri.

Karena pergaulan yang buruk di media game online tersebut, maka siswa akan menemuka teman dengan karakter yang beragam. Jika siswa bergaul dengan teman yang memiliki karakter buruk, maka bukan tidak mungkin siswa dapat tertular akan karakter buruk tersebut.

Bermain game online sebenarnya sangat menyenangkan. Tapi seharusnya orang tua atau wali murid harus melakukan pengawasan terhadap anak-anak mereka. Untuk menghindari pengaruh game online yang dapat menurunkan kualitas belajar siswa, kita bisa melakukan penjadwalan terhadap waktu main game anak, memilih game yang melatih otak dan ketangkasan, memperhatikan pergaulan, dan memberikan pengarahan akan baik dan buruknya game tersebut.

Sebagai seorang pengajar dan guru di sekolah, guru sebenarnya dapat menggunakan game online untuk menunjang pembelajaran. Maka akan dipastikan hal ini dapat memberikan dampak positif terhadap siswa. Siswa menjadi lebih bersemangat dan antusias. Proses belajar menjadi asyik dan menyenangkan.

Ilmu dapat tersampaikan dengan tepat dan tidak ada lagi siswa yang mengantuk saat jam belajar. Tugas yang diberikan juga bisa diakses melalui game online dengan memberikan kuis, seperti pada kahoot. Maka dari itu, sekolah juga dapat menjadikan game online sebagai ladang ilmu dengan berbagai cara dan menghindarkan anak-anak dari pengaruh game online yang buruk.

Kita hanya perlu pintar-pintar menarik perhatian siswa dan memastikan bahwa mereka selalu dalam pengawasan. Dengan begitu, dampak-dampak negatif yang telah dijabarkan di atas bisa dicegah dan diminimalisir untuk melahirkan pendidikan yang semakin menarik, menyenangkan, dan menjadikan rumah bagi setiap siswa yang bersekolah.

Intinya, pengaruh game online sangat besar terhadap kualitas belajar siswa. Hanya tentang bagaimana kita mengatasi hal itu dan melihatnya dengan sudut pandang yang lain.

Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *